Perjalanan Touring dengan sepeda motor Kawasaki Kaze buatan tahun 2002 bukan yang pertama kali aku lakukan, tapi perjalanan ke pantai Baron dan Gunung Bromo ini sungguh lain dari biasa aku lakukan selain karena berbekal hanya dengan selembar peta akupun sampai harus menginap di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) karena salah prediksi...^_^
Waktu menunjukkan pukul 02.15 WIB, tepatnya tanggal 21 September 2009 satu hari setelah hari raya Idul Fitri 1430 H.
Aku tengah menyiapkan baju, jas hujan, dan perlengkapan motor. Tak terasa sudah 1 jam persiapanku, segera ku ambil ponsel untuk menghubungi Novi yang pada waktu itu masih bersetatus sebagai tunangan aku, sekarang kami telah menikah.
Setelah semua siap dan menjemput tunanganku. Kami berdua meluncur menyusuri jalanan Jakarta di dini hari tepatnya pukul 03.15 WIB dari Klender Jakarta Timur. Bbrrrr..... diiingiin sekali udaranya.....dengan jaket, rompi, dan sarung tangan aku lawan rasa dingin ini.
Perjalanan kali ini hanya kulakukan berdua (1 motor). Tidak seperti Touring-touring yang biasa ku lakukan bersama teman-teman. Selain itu juga masih suasana lebaran.
Rute pertama kami lewati Bekasi - Tambun - Cibitung - Cikarang - Karawang - Cikampek tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB. Kami berhenti sebentar di sebuah masjid di daerah Cikampek untuk sholat Subuh. Alhamdulillah rute pertama lancar di lewati.
21 September 2009
Setelah sholat Subuh kami lanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya yaitu Pamanukan, Indramayu lalu Cirebon. Masih melewati jalur Utara kami istirahat sebentar di sebuah Masjid untuk melepas lelah. Perjalanan kembali kami lanjutkan dan Alhamdulillah sampai juga di batas Propinsi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Setelah mengabadikan moment di batas Propinsi sejenak, kami melanjutkan lagi perjalanan. Rute perjalanan selanjutnya kota Brebes - Tegal - Pemalang - Pekalongan – Kendal hingga kita sampai di kota Semarang.
Dari Semarang kami melanjutkan ke kota Demak, untuk melakukan ziarah kubur kakek dan nenek (dari Novi) yang berada di kompleks pemakaman Sunan Kalijaga - Kadilangu, Demak - Jawa Tengah.
Waktu kami di Demak ada slogan yang terpampang di Jalan dari Polres Demak yang Aku rasa patut kita contoh.
Setelah berziarah kami melanjutkan ke Masjid Agung Demak untuk sholat Maghrib dan istirahat.
Lalu kami melanjutkan ke Wonosari (Yogyakarta) melewati kota Ungaran - Bawen dan mengambil jalur Ambarawa.
Sampai di Yogya waktu sudah larut dan kami beristirahat di lesehan dekat jalan Malioboro hingga Shubuh menjelang.
22 September 2009
Setelah sholat Subuh kami melanjutkan perjalanan ke Wonosari, ditengah perjalanan kami menyempatkan berhenti di Patuk untuk menikmati pemandangan kota, pemandangan di Patuk tidak kalah indah dengan pemandangan di Puncak - Bogor.
sebelum lanjut ke wonosari kami sempatin foto dulu...^_^
Inilah pemandangan Patuk di pagi hari.
Kami sengaja ke Yogya dulu untuk kerumah kakek (dari saya) yang berada di Semanu, setelah sampai rumah kakek, kami bersih-bersih lalu mengobrol, melepas rindu dan yang pasti beristirahat. Cape eeuy 2 hari 1 malam hanya tidur di jalan huuft..........
Sore harinya kami pergi ke Pantai Baron yang letaknya di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23 kilometer arah selatan kota Wonosari.
Karena dapat cerita dari Pakde (kakak Ibu), kalau pantainya indah...hmmm kami-pun jadi penasaran. Sampai disana ternyata memang indah pemandangan pantai Baron dengan air-nya yang berwarna biru.
Harus teteep....foto2 donk..menikmati keindahan Pantai Baron di sore hari.
Perjalanan dari Wonosari ke pantai Baron -/+ 1 jam. Sampai di pantai Baron pukul 16.00 WIB, kami habiskan waktu menikmati indahnya pantai Baron -/+ 2 jam.
Malam hari kami pulang kembali ke Wonosari. Sesampai di rumah kakek kami melepaskan lelah, agar esok hari bisa melanjutkan perjalanan ke Bromo yang berada di Jawa Timur.
23 September 2009
Pukul 05.00 WIB udara di Gunung Kidul tepatnya desa Wonosari sangat sejuk.....atau mungkiin diingin?? hehe agak sulit membedakan, intinya udaranya beda banget dengan di Jakarta......hmhmmm.....segar sekali menghirup udaranya.
Setelah sholat Subuh berjamaah kami masing - masing membersihkan diri dengan mandi lalu sarapan. Karena perjalanan dari Yogya ke Gunung Bromo Jawa Timur sangat jauh, kami berangkat pagi-pagi.
Sebelum berangkat foto2 dulu yaach di rumah nenek..........^_^
Pukul 07.00 WIB kami bersiap berangkat ke Gunung Bromo. Rute kami ambil Pacitan– Ponorogo– Trenggalek – Blitar lalu Malang.
Kami sengaja foto2 perbatasan kota, untuk kenang2an. Jauh juga yaaa motor kazeku berjalan....hehehe...........
Sampai di Malang menjelang Maghrib, kami-pun berhenti sejenak untuk sholat Maghrib. Ternyata perjalanan kami tidak semulus yang kami kira, kami banyak berhenti untuk bertanya kemana jalan menuju Gunung Bromo. Hihihi…. (nekat.com).
Karena ketidak tahuan kami jalan menuju Gunung Bromo, kami dianjurkan oleh orang yang kita tanya untuk lewat Probolinggo, karena jalur ke-tujuan sudah beraspal, entah lebih jauh atau tidak.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 kami baru sampai Probolinggo. Di luar prediksi kami, yang semula berpikir dari Wonosari – Bromo hanya membutuhkan waktu paling lama 8-10 jam ternyata SALAH. Karena jalur dan jarak tempuhnya berbeda dengan yang kami baca di peta.
Maka kami putuskan istirahat di SPBU.
Tapi oleh karyawan SPBU setempat (yang juga warga) di sarankan untuk bermalam di SPBU dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo esok pagi, karena kemarin malam telah terjadi perampokan motor dengan menggunakan senjata tajam.
Apalagi kami ber-plat nomor Polisi B (Jakarta). Wahh kami pun ngeri mendengarnya..mending cari aman!!
24 Sepetember 2009
Pukul 05.30 WIB setelah sholat Subuh lalu kami berpamitan kepada karyawan SPBU yang sudah berbaik hati membolehkan kami bermalam di SPBU, walaupun SPBU tersebut tidak buka 24 jam.
Rute selanjutnya kami lewati jalur utama Probolinggo. Hanya peta dan petunjuk jalan yang jadi patokan kami.
Pukul 08.00 WIB hampiiiir sampai Bromo………eeeh ternyata ban motor bocor..jadi ganti ban dalam dulu dech. Untung saja kami bawa peralatan motor yg lengkap + pompa angin (niat banget ya ^_^ ) Mana jauh dari bengkel, boro-boro tukang tambal ban.
Foto dulu aach habis nambal ban. (exist.com)
Jalan menuju Ke Gunung Bromo lewat Probolinggo.........
luapan kegembiraan sampai di gerbang TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU ( T N B T S )
Pukul 09.30 WIB Bromoooo We’re Comiing……….Alhamdulillah kami sampai juga di Bromo. Setelah melewati perjalanan -/+ 35 km dari jalur utama Probolinggo.
Kami pikir akan lansung melihat keindahan Bromo tapiiiii ternyata masih ada rintangan yang harus dilalui lagi. Apaaa????????? Yaaa…….kami harus melewati lautan pasir ( Caldera ) yang pasti sulit di lalui dengan sepeda motor.
Foto di depan Gunung Bromo di tengah lautan pasir (Caldera).
Setelah sampai di Gunung Bromo Aku lihat tidak banyak tanaman pohon - pohon hijau di sekitar gunung, mungkin bisa dibilang gersang. panas sekali, tapi tidak mengurangi keindahan dari Gunung Bromo.
Di tengah2 Caldera ( Lautan Pasir ) berdiri pura.
Sebagian pengunjung yang menggunakan motor bisa menitipkan motor-nya di pos depan lalu menyewa mobil (Jeep) atau dengan menyewa kuda untuk sampai ke Gunung Bromo.
Tapi tidak bagi kami, This is My Adventure kami pasti bisa lewati. Alhasil dengan bersusah payah akhirnya kami sampai juga di depan Gunung Bromo setelah melewati tempat beribadah agama Hindu (Pura) yang berada di tengah lautan pasir.
Karena motor tidak bisa lagi di bawa ke atas, kami titipkan motor dengan tarif Rp.3000 / motor. Untuk naik ke puncak Bromo harus melewati anak tangga sebanyak -/+ 200 anak tangga. Huuuuuft………..ternyata untuk menikmati keindahan Bromo tidak mudah. Lalu kami lanjutkan dengan berjalan kaki, 1,2,3……..satu persatu ku hitung anak tangganya.
Daaaaan hore…………….akhirnya kami sampai juga di puncak Bromo. Subhanallah indah sekali……Gunung Bromo dengan kawahnya yang masih terus mengepulkan asap belerangnya. Walau bau belerang sangat menyengat. Tapi tak menyurutkan kami buat menikmati pemandangan di puncak Bromo.
Foto di depan Gunung Batok yang bersebelahan dengan Gunung Bromo.
kawah Bromo
Pukul 11.00 WIB dengan berat hati kami harus pulang ke Wonosari mengingat perjalanan ke Bromo-nya saja butuh 2 hari 1 malam. setelah turun dari Bromo dan melewati Lautan pasirnya, Kami sempatin foto - foto dulu....(tetep narsis) ^_^
Ma’af ya bromo…next time kita ketemu lagi..hiks hiks...
Rute pulang kami ambil jalur Malang – Blitar, tapi ternyata perjalanannya lebih parah, jalan-pun belum beraspal semua.
Kami melewati tanjakan dengan kemiringan -/+ 45 derajat. Karena nekat, kami naiki motor. Dan hasilnya motor mundur lagi karena mesin motor tidak kuat. Waaaaa kami pun terjatuh.
Dengan susah payah kami tuntun motor sampai tanjakkan curam berakhir. Huuft akhirnya tanjakkan usai.
Eits ternyata ada hal yang terlupakan, bensin di motorku empty alias habis….duuch mo cari bensin dimana di tengah hutan begini?? Untung kami masih bisa mengendarai motornya sampai di perkampungan warga.
Alhamdulillah ada yang jual bensin eceran. Singkat cerita kami lewat jalur Ponorogo – Wonogiri.
Setelah Wonogiri seharusnya kami melewati Desa Wuryantoro, tapi kami salah jalan, kami lewat jalur Sukoharjo – Solo. Sampai Klaten sudah dini hari tepatnya tanggal 25 September 2009, maka kami putuskan untuk beristirahat di SPBU.
Tadinya kami bermaksud istirahat sebentar…tapi ternyata kami ketiduran hehehehe (gembel.com).
Kami terbangun oleh suara karyawan SPBU yang bermaksud menyuruh kami pindah istirahat di dalam Mushola SPBU. Tapi kami enggan, dan kami-pun melanjutkan perjalanan.
25 Sepetember 2009
Pukul 05.30 WIB Alhamdulillah sampai Patuk (Wonosari). Setelah sholat Subuh di Mushola terdekat, kami melanjutkan perjalanan ke rumah kakek. Karena esok hari harus pulang ke Jakarta dan beraktifitas kembali.
Perjalanan yang sangat melelahkan, memilukan, mendebarkan, namuun sangat menyenangkan. Mudah-mudahan bisa kembali lagi ke Gunung Bromo atau yang lebih jauh sedikit yaitu Pulau Dewata (Bali) dengan cerita yang lebih seru bersama “si biru” KAZEKU. Thanks to my lovely KAZEKU, motorku yang selalu setia menemani aku kemanapun. You’re the best friend. Eeeeiits tak lupa thanks a lot to my wife Novi yang mau diajak bersusah ria. Love you all…….sampai jumpa di petualangan selanjutnya. Amiin.